LENSAGORONTALO.COM, POHUWATO – Sejumlah tenaga keamanan (security) dan perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bumi Panua (RSBP) Kabupaten Pohuwato menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran jasa yang hingga kini belum tuntas, pada bulan Juli dan Agustus 2025.
Para tenaga kesehatan dan non-medis ini menuturkan, meski telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, hak mereka atas pembayaran jasa seringkali tidak jelas. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terlebih sebagian besar di antara mereka menggantungkan kebutuhan keluarga dari penghasilan tersebut.
“Setiap hari kami bertugas penuh. Tapi jasa bulan Juli dan Agustus belum jelas kapan dibayarkan. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi tepat waktu,” ujar salah seorang perawat yang enggan disebutkan namanya, Senin (01/09/2025).
Keluhan serupa disampaikan petugas keamanan (security) yang menilai keterlambatan pembayaran tersebut sangat memberatkan. Menurut mereka, tugas menjaga lingkungan rumah sakit bukan pekerjaan ringan, apalagi harus bertugas 12 jam secara bergantian.
“Kami di sini bukan hanya sekadar menjaga pintu, tapi memastikan rumah sakit tetap aman untuk pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan. Kalau jasa kami bulan Juli dan Agustus belum dibayar, itu sangat mengecewakan,” ungkap salah seorang anggota security.
Baik tenaga kesehatan maupun security juga mempertanyakan penyebab keterlambatan tersebut, lantaran hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit.
“Kami bingung karena tidak ada penjelasan. Kalau ada alasan jelas, setidaknya kami bisa mengerti, tapi ini justru diam,” keluh salah seorang perawat.
Sementara itu, saat awak media mencoba menghubungi bendahara RSUD Bumi Panua di nomor +62 812-4404-XXXX guna untuk mengonfirmasi persoalan pembayaran jasa perawat dan security, hingga berita ini diturunkan belum ada respon maupun keterangan resmi yang diberikan,(red).



















