POHUWATO – Apa yang terjadi di Kabupaten Pohuwato saat ini sungguh memprihatinkan. Di tengah umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, khususnya di Kecamatan Buntulia, masyarakat justru dikejutkan dengan tindakan pembongkaran kamp penambang yang dinilai tidak berperikemanusiaan.
Rusli Laki, selaku aktivis Kabupaten Pohuwato, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan KUD Darma Tani harus bertanggung jawab atas konflik tambang yang tak kunjung usai.
“Mengapa tidak ada teguran tegas kepada pihak perusahaan yang melakukan pembongkaran kamp penambang? Bahkan di bulan suci Ramadhan, mereka tega melakukan tindakan yang merugikan pemilik lokasi yang haknya belum terpenuhi. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin setelah Lebaran tindakan yang lebih merugikan rakyat penambang akan kembali terjadi,” ujar Rusli Laki, Senin (23/02/2026).
Ia juga mempertanyakan kapan keadilan akan ditegakkan dan di mana perlindungan terhadap hak-hak rakyat penambang.
“Kepada Bapak Bupati Pohuwato, tugas Anda bukan sekadar melakukan perjalanan dinas atau mengurus administrasi pemerintahan, tetapi memastikan rakyat Pohuwato hidup aman serta menjamin bahwa investasi berjalan untuk kemakmuran rakyat, bukan justru menyengsarakan mereka,” tegasnya.
Menurutnya, sangat sulit bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk apabila hak-hak mereka terus diabaikan. Ia menegaskan bahwa jika pemimpin tidak mampu berdiri di atas kepentingan rakyat, maka sudah sepatutnya mengevaluasi jabatannya.
“Kami, anak cucu penambang, tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan ini. Kami menanti jawaban yang jelas dan tindakan nyata dari Pemerintah Pohuwato dan KUD Darma Tani,” tutupnya,(red).



















