Kilauan Emas di Pohuwato : Antara Pasar Raksasa dan Harapan Masyarakat Lingkar Tambang

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSAGORONTALO.COM, OPINI – Emas selalu punya daya pikat yang tak pernah pudar. Sejak masa kerajaan hingga era modern, logam mulia ini dianggap simbol kemewahan, kekuasaan, bahkan harapan. Di Pohuwato, kilauan emas tidak hanya menyinari tanah, tetapi juga menarik perhatian pasar global.

Harga emas yang stabil di pasar internasional menjadikan daerah ini bagian dari peta ekonomi yang lebih besar, dimana sumber daya lokal punya pengaruh global.

Namun, di balik pesona itu, ada kehidupan nyata yang berjalan. Masyarakat lingkar tambang termasuk di Hulawa, hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan.

Sebagian ikut merasakan manfaat melalui kesempatan kerja atau kegiatan ekonomi yang ikut tumbuh. Akses komunikasi semakin lancar, dan geliat ekonomi kecil bermunculan di sekitar pusat pertambangan. Dari sisi positif, kehadiran perusahaan tambang memang membawa peluang baru.

Akan tetapi, kehidupan tidak sesederhana kilauan emas di brosur atau laporan produksi. Isu relokasi, misalnya, menjadi perbincangan yang sensitif. Relokasi bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi juga memindahkan sejarah, ikatan sosial, dan sumber penghidupan.

Masyarakat membutuhkan jaminan bahwa ketika mereka direlokasi, kehidupan mereka tidak memburuk. Rumah yang layak, akses pendidikan bagi anak-anak, kesempatan kerja baru, hingga ruang untuk menjaga budaya. Semua itu harus menjadi bagian dari skenario relokasi yang ideal.

Disisi lain, ada pula masyarakat yang berusaha mencari rezeki dengan cara tradisional, mendulang emas di sungai atau tanah terbuka. Aktivitas ini kerap dipandang “ilegal” karena tidak masuk dalam skema pertambangan resmi. Namun jika dilihat dari kacamata sosial, aktivitas ini hanyalah wujud upaya bertahan hidup. Labelisasi negatif tanpa solusi justru akan menimbulkan jarak antara kebijakan dan kenyataan di lapangan.

Pohuwato menghadapi dilema klasik, antara kepentingan pasar raksasa yang menuntut produksi dalam skala besar dan realitas ekonomi masyarakat yang sederhana. Mereka berjalan dan tidur di atas emas, tetapi ada yang masih merasakan lapar. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana agar kekayaan yang tersimpan di perut bumi benar-benar bisa menjadi jembatan menuju kesejahteraan, bukan sekadar menambah angka produksi?

Baca Juga :   Polres Pohuwato Serahkan BTPKWN Ke Masyarakat

Disinilah pentingnya peran investor. Hadirnya investor seharusnya memberi pandangan dan statement yang menenangkan hati masyarakat. Investor bukan sekadar pemilik modal yang datang untuk mengambil keuntungan, melainkan mitra pembangunan yang membawa visi jangka panjang.

Masyarakat tidak perlu memandang mereka sebagai “perampok yang berlabel legal”, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Untuk itu, perusahaan wajib membangun komunikasi terbuka, menjelaskan rencana kerja, dampak yang mungkin terjadi, serta manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh warga. Transparansi dan keterlibatan masyarakat sejak awal akan menciptakan rasa percaya, sekaligus mengurangi prasangka negatif.

Dalam konteks ketenagakerjaan, ada hal menarik untuk dicermati. Secara logika, seorang anak muda lulusan SMA yang ingin melamar kerja di banyak sektor formal biasanya diwajibkan memiliki pengalaman minimal dua tahun. Persyaratan ini kerap menjadi penghalang karena tidak semua lulusan memiliki kesempatan membangun pengalaman kerja sebelumnya.

Tetapi disisi lain, ada perusahaan tambang yang justru membuka peluang kerja hanya dengan modal KTP, tanpa mensyaratkan pengalaman panjang. Model ini bisa menjadi contoh positif, perusahaan mau memberi ruang bagi masyarakat lingkar tambang untuk bekerja, belajar, dan meningkatkan kapasitas diri.

Jika pola ini diperluas, maka tambang tidak hanya menjadi sumber emas, tetapi juga sekolah kehidupan yang menumbuhkan tenaga kerja lokal.

Pengalaman dari beberapa negara bisa menjadi inspirasi. Di Australia, perusahaan tambang diwajibkan melakukan dialog berkala dengan masyarakat sekitar, sehingga warga tidak merasa dipinggirkan. Di Kanada, investor justru membangun pusat komunitas yang menyediakan layanan kesehatan dan pelatihan keterampilan. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa kehadiran investor bisa membawa warna positif, bukan hanya cerita tentang eksploitasi sumber daya.

Model seperti itu bisa diadaptasi di Pohuwato. Pemerintah dapat menjadi mediator yang memastikan aturan main jelas, perusahaan hadir dengan tanggung jawab, dan masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi. Pertambangan rakyat bisa dilegalkan dengan pengawasan ramah lingkungan, sementara perusahaan besar menjalankan program pengembangan masyarakat secara berkesinambungan.

Baca Juga :   Lewat Bukber Pengurus Partai Gerindra Pohuwato Pererat Silaturahim Serta Tabur Kebaikan Di Bulan Ramadhan

Kilauan emas Pohuwato punya dua wajah. Wajah peluang dan wajah tantangan :

  1. Wajah Peluang menunjukkan bahwa tambang bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, memperluas akses pendidikan, membuka lapangan kerja, bahkan membawa Pohuwato ke panggung nasional.
  2. Wajah Tantangan menegaskan bahwa tanpa pengelolaan yang adil, emas bisa menjadi sumber ketimpangan, dimana segelintir mendapat untung besar, sementara masyarakat lingkar tambang harus berjuang keras untuk sekadar hidup layak.

Masa depan Pohuwato akan ditentukan oleh bagaimana semua pihak membaca dua wajah ini.

Jika perusahaan hadir dengan niat baik, investor membawa pandangan positif, masyarakat diberdayakan, dan pemerintah tegas menegakkan aturan, maka emas Pohuwato akan bersinar sebagai berkah.

Tetapi jika keseimbangan ini gagal dijaga, kilauan emas hanya akan menjadi ilusi indah dari jauh, namun tak memberi manfaat nyata bagi mereka yang hidup di lingkar tambang.

Karena itu, perusahaan semestinya tidak hanya fokus pada produksi, melainkan juga pada warisan sosial yang mereka tinggalkan. Program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesempatan kerja inklusif bagi anak-anak muda tanpa pengalaman harus berjalan seiring dengan kegiatan pertambangan.

Dengan cara itu, perusahaan akan dipandang bukan sebagai “tamu yang datang lalu pergi”, melainkan sebagai mitra sejati masyarakat.

Sebuah pandangan positif inilah yang diharapkan, perusahaan hadir untuk menambang emas sekaligus menanam harapan, agar generasi Pohuwato kelak tidak hanya mewarisi lubang tambang, tetapi juga kehidupan yang lebih sejahtera.

(Penulis : Yopi Y. Latif)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop
Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau
Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang
Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP
Kapolsek Mutiara Bersama Unsur Muspika Santuni Ratusan Anak Yatim Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Di Mesjid Baitul A’la Lilmujahidin Beureunuen
Semarak HUT Ke 81 RI, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Gelar Beragam Perlombaan Di Gampong Mee Teungoh Mutiara Pidie
Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasyiah Aktif Dampingi TPA Masjid Abu Daud Beureu’eh
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Minggu, 20 September 2026 - 10:47 WITA

Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop

Jumat, 18 September 2026 - 12:42 WITA

Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 12:21 WITA

Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang

Selasa, 1 September 2026 - 19:34 WITA

Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP

Berita Terbaru

Berita Terkini

Senin, 28 Sep 2026 - 15:56 WITA