Ketika Suara Mesin Mengusir Suara Tawa Anak Desa Hulawa

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

LENSAGORONTALO.COM, Opini – Di Desa Hulawa, setiap pagi anak-anak berlari kecil menuju sekolah dasar mereka. Seragam putih yang masih wangi sabun, buku tulis yang dijepit di dada, dan wajah polos yang penuh harapan menjadi pemandangan yang seharusnya menenangkan hati siapa pun yang melihatnya.

Namun, di balik pagar sekolah, hanya beberapa puluh meter dari ruang kelas, deru alat berat perusahaan memecah kesunyian pagi. Suara mesin yang keras dan berulang seperti dentuman tak berkesudahan, seolah menggeser peran suara guru menjadi sekadar bisik-bisik yang tak terdengar. Bahkan, kadang meja bergetar pelan ketika beban besar dipindahkan.

Di dalam kelas, guru berusaha meninggikan suara, namun kata-katanya kalah oleh raungan logam dan mesin. Anak-anak yang seharusnya memusatkan perhatian pada huruf-huruf di papan tulis, kini lebih sering menoleh ke jendela. Sebagian menutup telinga dengan tangan kecil mereka. Sebagian lain hanya memandang kosong, mencoba memahami mengapa sekolah mereka berada di bayang-bayang kebisingan.

Bagi mereka, sekolah bukan hanya tempat belajar. Ini adalah satu-satunya pintu yang bisa membuka masa depan. Tetapi pintu itu kini dijaga oleh kebisingan, debu, dan getaran yang terus menguji ketahanan fisik dan mental.

Ironisnya, keadilan untuk anak-anak Desa Hulawa ini masih belum menemukan jalannya. Perusahaan tetap beroperasi seolah keberadaan sekolah hanyalah latar belakang yang tak perlu diperhitungkan. Pemerintah daerah pun seakan tak memiliki kekuatan penuh untuk mengatur. Sementara itu, masyarakat desa bertanya-tanya, sampai kapan masa depan anak-anak harus bersaing dengan ambisi industri?

Perusahaan sering berbicara tentang CSR, tentang kepedulian pada lingkungan dan masyarakat. Tetapi kepedulian itu seharusnya dimulai dari hal paling mendasar: menghormati hak anak untuk belajar dalam suasana yang aman dan tenang.

Baca Juga :   Diduga Catut Profesi Wartawan, Pemimpin Redaksi Lensa Gorontalo Bakal Laporkan R

Langkah sederhana seperti membangun peredam suara, mengatur jam operasional agar tidak berbenturan dengan jam sekolah, atau memindahkan aktivitas berat jauh dari lingkungan pendidikan, adalah wujud nyata dari tanggung jawab itu.

Kalau kita membiarkan keadaan ini terus berjalan, kita sedang mengajarkan pada anak-anak bahwa suara mesin lebih penting dari suara tawa mereka. Bahwa kepentingan produksi lebih utama daripada masa depan mereka. Dan jika itu terjadi, kita tidak hanya membiarkan generasi ini kehilangan kesempatan, tetapi juga membiarkan hati kita kehilangan rasa.

Karena pada akhirnya, bangsa ini tidak akan diingat dari berapa banyak ton hasil tambang yang keluar dari tanahnya, tetapi dari seberapa banyak anak-anaknya yang tumbuh cerdas, sehat, dan bahagia tanpa harus menutup telinga mereka dari kebisingan yang tidak pernah mereka minta.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop
Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau
Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang
Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP
Kapolsek Mutiara Bersama Unsur Muspika Santuni Ratusan Anak Yatim Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Di Mesjid Baitul A’la Lilmujahidin Beureunuen
Semarak HUT Ke 81 RI, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Gelar Beragam Perlombaan Di Gampong Mee Teungoh Mutiara Pidie
Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasyiah Aktif Dampingi TPA Masjid Abu Daud Beureu’eh
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Minggu, 20 September 2026 - 10:47 WITA

Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop

Jumat, 18 September 2026 - 12:42 WITA

Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 12:21 WITA

Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang

Selasa, 1 September 2026 - 19:34 WITA

Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP

Berita Terbaru