Geger di UNIPO: Kritik Gaji Dosen 6 Bulan Tak Dibayar, Mahasiswa Di DO, Ketua Mandataris AKPERSI Kutuk Keras!

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSAGORONTALO COM, POHUWATO – Dunia pendidikan di Pohuwato kembali tercoreng. Seorang mahasiswa baru Universitas Pohuwato (UNIPO), Hitler Simanungkalit, di Drop Out (DO) oleh pihak kampus, gegara dirinya menulis dan memberitakan persoalan gaji dosen yang sudah 6 bulan belum terbayarkan.

Langkah kampus ini sontak menuai gelombang kritik, kecaman, dan protes keras, baik dari mahasiswa, aktivis, maupun masyarakat umum.

Ketua Mandataris Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Pohuwato, Yopi Y Latif, bahkan tak segan melontarkan kutukan keras.

“Ini adalah tindakan otoriter dan memalukan! Gaji dosen enam bulan belum dibayar adalah masalah serius yang merugikan dunia pendidikan. Alih-alih menyelesaikan, kampus malah membungkam suara mahasiswa dengan DO. Kami, AKPERSI Pohuwato, mengutuk keras langkah semena-mena ini,” tegas Yopi Y Latif, Rabu (21/08/2025).

Kampus Bungkam, Mahasiswa Jadi Korban

Persoalan gaji dosen yang menunggak hingga setengah tahun seharusnya menjadi perhatian utama. Namun, UNIPO justru memilih membungkam suara mahasiswa ketimbang memberi penjelasan terbuka. Hitler Simanungkalit, yang dikenal vokal dan berani menyuarakan fakta, kini menjadi korban kebijakan represif.

Gelombang Reaksi & Tagar Panas

Tagar #SaveHitlerSimanungkalit dan #BayarGajiDosenUNIPO mulai bergema di media sosial. Banyak pihak menilai UNIPO mencoba menutupi krisis internal dengan mengorbankan mahasiswa kritis.

Desakan Transparansi & Investigasi

Ketua Mandataris AKPERSI Pohuwato, Yopi Y Latif, menegaskan akan mengawal kasus ini bersama jaringan mahasiswa. Ia mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak terkait segera turun tangan.

“UNIPO harus transparan. Kemana anggaran sehingga gaji dosen tak terbayarkan 6 bulan? Kenapa mahasiswa kritis justru di-DO? Jika dibiarkan, ini preseden buruk untuk dunia pendidikan di Gorontalo,” pungkas Yopi, (red).

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Peringati Moment Di 28 Oktober Pengacara Muda Tuliskan Pesan Untuk Pemuda

Berita Terkait

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang
Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP
Semarak HUT Ke 81 RI, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Gelar Beragam Perlombaan Di Gampong Mee Teungoh Mutiara Pidie
Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasyiah Aktif Dampingi TPA Masjid Abu Daud Beureu’eh
GANTIKAN BEBEK LAMA 2011, DPMG Pidie Serahkan 97 Unit Sepeda Motor Kepada Imum Mukim Se-Pidie
Jaga Benteng NKRI, Satgas TMMD 129 Kodim Pohuwato Gembleng Karakter Pelajar SMKN 1 Taluditi
Go Internasional, Proyek Pani Unjuk Sikap Arogan Tindas Penambang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Kamis, 3 September 2026 - 12:21 WITA

Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang

Selasa, 1 September 2026 - 19:34 WITA

Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:38 WITA

Semarak HUT Ke 81 RI, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Gelar Beragam Perlombaan Di Gampong Mee Teungoh Mutiara Pidie

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:26 WITA

Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasyiah Aktif Dampingi TPA Masjid Abu Daud Beureu’eh

Berita Terbaru