MARISA – Anak cucu penambang rakyat Pohuwato, Yopi Y. Latif, C.ILJ, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Ganteng Ganteng Ceria (GGC) yang digelar di Terminal Marisa selama Bulan Suci Ramadhan, Jum’at (27/02/2026).
Ia menilai, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Dalam keterangannya, Yopi mengatakan bahwa kehadiran GGC menjadi angin segar bagi warga yang selama ini disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Terlebih di bulan Ramadhan, menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang kebersamaan yang sehat, aman, dan bernilai positif.
“GGC ini bukan sekedar hiburan. Di tengah penatnya aktivitas dan suasana Ramadhan yang penuh ibadah, masyarakat tentu juga butuh ruang untuk bersilaturahmi dan bersantai bersama keluarga. Kegiatan seperti ini sangat membantu, bukan hanya secara sosial tapi juga secara ekonomi,” ujar Yopi.
Ia menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang mampu menggabungkan unsur hiburan, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, Terminal Marisa yang biasanya menjadi pusat aktivitas transportasi, kini turut bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Terminal Marisa dipadati pengunjung, terutama setelah ibadah sholat tarawih. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mendatangi area kegiatan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat menikmati suasana yang meriah namun tetap kondusif.
Yopi menjelaskan bahwa ramainya pengunjung memberikan dampak langsung terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dia mengatakan banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati wahana yang disediakan GGC, berburu kuliner.
“Alhamdulillah, para pedagang merasakan peningkatan omzet. Masyarakat datang bukan hanya untuk menonton hiburan, tetapi juga berbelanja. Ini tentu menjadi berkah tersendiri di bulan yang penuh keberkahan ini,” tuturnya.
Selain kuliner, lapak pakaian dan perlengkapan ibadah juga ramai diserbu pembeli. Yopi menyebut bahwa kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya turut mendongkrak penjualan para pedagang lokal.
Yopi menilai, kegiatan seperti GGC secara tidak langsung telah membuka ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk UMKM Pohuwato.
Tidak hanya pelaku UMKM, para tukang parkir dan masyarakat sekitar pun ikut merasakan dampaknya. Dirinya mengatakan meningkatnya jumlah pengunjung otomatis menambah penghasilan para pekerja informal di sekitar lokasi kegiatan.
“Perputaran ekonomi terasa lebih hidup. Tukang parkir dapat rezeki, pedagang laris, masyarakat pun terhibur. Ini yang kita harapkan bersama,” katanya lagi.
Secara tidak langsung, Yopi juga menegaskan bahwa kegiatan positif seperti ini perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ia berharap GGC tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi bisa menjadi program rutin yang mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat,(Riyan L).



















