Kapolda Gorontalo Diminta Objektif, Anak Cucu Penambang Ingatkan Dampak Sosial Statemen Pejabat

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

LENSAGORONTALO.COM, POHUWATO – Anak cucu penambang Pohuwato, Yopi Y. Latif, C.ILJ., menilai kunjungan Kapolda Gorontalo ke salah satu perusahaan pertambangan di wilayah Pohuwato bukan merupakan kunjungan kerja, melainkan lebih menyerupai kegiatan jalan-jalan ke perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan Yopi sebagai respons atas sejumlah statemen Kapolda Gorontalo yang dinilainya tidak berpihak kepada masyarakat penambang, Selasa (13/01/2026).

Menurut Yopi, apa yang disampaikan Kapolda Gorontalo dalam pernyataannya ke publik justru terkesan mencari-cari kesalahan masyarakat, yang menurutnya berpotensi membelokkan isu utama yang selama ini sering dipertanyakan, yakni terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan tambang yang beroperasi di Pohuwato.

Yopi menyebut, alih-alih menjawab atau menyoroti persoalan AMDAL dan dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan, Kapolda Gorontalo justru mengarahkan perhatian pada aktivitas masyarakat penambang. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk pengalihan isu yang tidak menyentuh akar persoalan sebenarnya.

Tidak hanya itu, Yopi juga menyoroti pernyataan Kapolda Gorontalo yang menyarankan agar masyarakat penambang mencari pekerjaan lain. Menurutnya, pernyataan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Pohuwato, yang sejak lama menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.

“Kapolda mungkin belum mengetahui secara pasti bahwa sumber mata pencaharian utama masyarakat Pohuwato adalah di tambang. Bahkan ada beberapa anggota Polri yang bertugas di Pohuwato, yang asal-usul keluarganya, orang tuanya, adalah penambang,” ujar Yopi.

Ia menilai, pernyataan yang menyebut masyarakat penambang sebagai perusak lingkungan dan ancaman bagi generasi mendatang sangat tidak adil. Menurut Yopi, jika berbicara soal kerusakan lingkungan, seharusnya Kapolda Gorontalo juga melihat secara objektif dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan tambang berskala besar.

“Kalau Kapolda mengatakan masyarakat merusak lingkungan untuk generasi mendatang, berarti Kapolda tidak melihat kerusakan yang dilakukan oleh perusahaan,” kata Yopi.

Baca Juga :   Menuju Lokasi FPPC, Bupati Saipul Beserta Tamu Undangan Menaiki Kendaraan Bentor

Lebih lanjut, Yopi mengingatkan agar Kapolda Gorontalo tidak hanya mendesak atau menekan masyarakat penambang melalui pernyataan-pernyataan yang dinilainya sepihak. Ia menilai statemen tersebut justru berpotensi memancing emosi masyarakat, khususnya para penambang tradisional, yang selama ini merasa terpinggirkan.

Menurutnya, pernyataan pejabat tinggi kepolisian harus disampaikan secara hati-hati karena dapat berdampak langsung pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia khawatir, narasi yang menyudutkan masyarakat penambang tanpa disertai solusi yang adil justru dapat mengganggu stabilitas daerah.

Yopi berharap Kapolda Gorontalo dapat bersikap lebih objektif dan berimbang, dengan melihat persoalan pertambangan di Pohuwato secara menyeluruh, termasuk menyoroti tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, AMDAL, serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan bagi masyarakat setempat,(red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Koperasi Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Beroperasi, IPR Jadi Ujian Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat
Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Empat Ekskavator Diduga Terkait Oknum Anggota Polres Parimo Diamankan di Lokasi PETI Popayato Barat
Polisi Gerebek Lokasi Dugaan PETI di Pohuwato, 4 Excavator dan 5 Orang Diamankan
Penggeledahan KPK Merambah Gorontalo, Dua Rumah Disasar dalam Pengembangan Perkara Sirajudin Lasena
Turnamen Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI di Pohuwato Meriah, YR TIM Jadi Sponsor Utama
Dua Excavator Diduga Beroperasi di PETI Gunung Potabo Bawah, Nama Ipa dan Ike Disebut
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02 WITA

Koperasi Cahaya Sinergi Dengilo Resmi Beroperasi, IPR Jadi Ujian Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Empat Ekskavator Diduga Terkait Oknum Anggota Polres Parimo Diamankan di Lokasi PETI Popayato Barat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:22 WITA

Polisi Gerebek Lokasi Dugaan PETI di Pohuwato, 4 Excavator dan 5 Orang Diamankan

Selasa, 29 September 2026 - 18:16 WITA

Penggeledahan KPK Merambah Gorontalo, Dua Rumah Disasar dalam Pengembangan Perkara Sirajudin Lasena

Berita Terbaru