LENSAGORONTALO.COM, POHUWATO – Sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan oknum Human Resources (HR) di lingkungan Merdeka Gold Project beredar luas dan menuai sorotan. Rekaman tersebut memuat percakapan yang dianggap menyinggung karyawan lokal serta menyeret nama Partai Gerindra, yang dinilai tidak pantas dan berpotensi mencederai etika hubungan industrial.
Dalam rekaman itu, terdengar seorang pembicara yang diduga oknum HR Merdeka Gold Project, menekankan pilihan antara menjadi karyawan atau terlibat dalam aktivitas politik, bahkan menyebut secara eksplisit agar yang ingin berpartai lebih baik bergabung dengan Partai Gerindra dan tidak bekerja sebagai karyawan. Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan psikologis dan tidak mencerminkan hubungan kerja yang sehat.
Selain itu, ia juga menyinggung soal loyalitas, risiko jika mengikuti aturan perusahaan secara ketat (PP), serta sulitnya mencari pekerjaan di luar perusahaan. Percakapan tersebut dibungkus dengan narasi solidaritas rekan kerja dan ajakan “bicara dari hati ke hati”, namun di sisi lain dinilai mengandung unsur intimidatif.
Menanggapi hal tersebut, Gerindra melalui Ketua Bapilu, DPC Partai Gerindra Pohuwato, Hamdi Alamri, menyampaikan sikap tegas atas beredarnya rekaman yang menyeret nama partai politik dalam konteks hubungan kerja di perusahaan tambang.
Hamdi menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak boleh bersikap kurang ajar terhadap karyawan lokal, terlebih dengan membawa-bawa nama partai politik dalam dinamika internal perusahaan.
“Menyeret nama Partai Gerindra dalam konteks seperti ini sama saja dengan menghina. Hubungan kerja tidak boleh dicampuradukkan dengan politik praktis, apalagi jika itu digunakan untuk menekan atau membungkam karyawan lokal,” tegas Hamdi Alamri, Senin (02/02/2026).
Ia juga menekankan bahwa karyawan lokal, khususnya anak cucu penambang rakyat Pohuwato, memiliki kontribusi besar sejak tahap eksplorasi hingga menuju operasi tambang, sehingga sudah seharusnya diperlakukan secara adil, hormat, dan profesional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Merdeka Gold Project terkait keaslian rekaman maupun klarifikasi atas isi percakapan yang beredar,(red).



















