HR Merdeka Seret Nama Gerindra, Hamdi Alamri Geram

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSAGORONTALO.COM, POHUWATO – Sebuah rekaman suara yang diduga melibatkan oknum Human Resources (HR) di lingkungan Merdeka Gold Project beredar luas dan menuai sorotan. Rekaman tersebut memuat percakapan yang dianggap menyinggung karyawan lokal serta menyeret nama Partai Gerindra, yang dinilai tidak pantas dan berpotensi mencederai etika hubungan industrial.

Dalam rekaman itu, terdengar seorang pembicara yang diduga oknum HR Merdeka Gold Project, menekankan pilihan antara menjadi karyawan atau terlibat dalam aktivitas politik, bahkan menyebut secara eksplisit agar yang ingin berpartai lebih baik bergabung dengan Partai Gerindra dan tidak bekerja sebagai karyawan. Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan psikologis dan tidak mencerminkan hubungan kerja yang sehat.

Selain itu, ia juga menyinggung soal loyalitas, risiko jika mengikuti aturan perusahaan secara ketat (PP), serta sulitnya mencari pekerjaan di luar perusahaan. Percakapan tersebut dibungkus dengan narasi solidaritas rekan kerja dan ajakan “bicara dari hati ke hati”, namun di sisi lain dinilai mengandung unsur intimidatif.

Menanggapi hal tersebut, Gerindra melalui Ketua Bapilu, DPC Partai Gerindra Pohuwato, Hamdi Alamri, menyampaikan sikap tegas atas beredarnya rekaman yang menyeret nama partai politik dalam konteks hubungan kerja di perusahaan tambang.

Hamdi menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak boleh bersikap kurang ajar terhadap karyawan lokal, terlebih dengan membawa-bawa nama partai politik dalam dinamika internal perusahaan.

“Menyeret nama Partai Gerindra dalam konteks seperti ini sama saja dengan menghina. Hubungan kerja tidak boleh dicampuradukkan dengan politik praktis, apalagi jika itu digunakan untuk menekan atau membungkam karyawan lokal,” tegas Hamdi Alamri, Senin (02/02/2026).

Ia juga menekankan bahwa karyawan lokal, khususnya anak cucu penambang rakyat Pohuwato, memiliki kontribusi besar sejak tahap eksplorasi hingga menuju operasi tambang, sehingga sudah seharusnya diperlakukan secara adil, hormat, dan profesional.

Baca Juga :   Pemkab Pohuwato Gelar Sertijab Camat, Sekretaris Dinas dan Kabag

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Merdeka Gold Project terkait keaslian rekaman maupun klarifikasi atas isi percakapan yang beredar,(red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop
Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau
Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang
Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP
Kapolsek Mutiara Bersama Unsur Muspika Santuni Ratusan Anak Yatim Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Di Mesjid Baitul A’la Lilmujahidin Beureunuen
Semarak HUT Ke 81 RI, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasyiah Gelar Beragam Perlombaan Di Gampong Mee Teungoh Mutiara Pidie
Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasyiah Aktif Dampingi TPA Masjid Abu Daud Beureu’eh
Berita ini 540 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Minggu, 20 September 2026 - 10:47 WITA

Wakil Bupati Pidie Serahkan Mahakarya Seni Lokal Kepada Kadis Perindagkop

Jumat, 18 September 2026 - 12:42 WITA

Jumat Berkah Pekan ke-21 YR TIM Sentuh Warga Binaan Lapas Juga Pasok Air Bersih Di Tengah Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 12:21 WITA

Satreskrim Polres Pidie Ringkus DPO Kasus KDRT Di Deli Serdang

Selasa, 1 September 2026 - 19:34 WITA

Porsi Makan Bergizi Gratis Di Tiro Pidie Dikeluhkan Wali Murid, Pengelola Langsung Evaluasi Total dan Perketat SOP

Berita Terbaru