Mohammad Rusli Laki: Kritik Aktivis “So’ Tahu” dan Tegaskan Perjuangan Penambang Pohuwato

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POHUWATO – Mohammad Rusli Laki angkat bicara terkait pernyataan sejumlah pihak yang mengatasnamakan aktivis dalam polemik pertambangan di Kabupaten Pohuwato. Ia menilai pernyataan tersebut terkesan “so’ tahu”, dengan cara pandang yang dangkal serta minim pemahaman terhadap dinamika dan persoalan yang terjadi di daerah.

Menurut Rusli, polemik pertambangan di Pohuwato tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Ia menyinggung kisruh putusan Mahkamah Agung yang hingga kini belum sepenuhnya memberikan kepastian di tingkat lokal.

Selain itu, persoalan alokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang belum terselesaikan dinilai telah memicu kompetisi ruang hidup yang tidak adil.

“Ketika WPR dan IPR belum tuntas, sementara perusahaan diberi ruang luas untuk beroperasi, maka terjadi ketimpangan. Seolah-olah perusahaan menjadi entitas tunggal yang diberi karpet merah untuk memanfaatkan sumber daya alam Pohuwato,” ujarnya.

Rusli juga menyoroti dugaan tindakan intimidasi dan kriminalisasi terhadap penambang lokal. Ia menilai kondisi tersebut semakin mempersempit ruang gerak masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.

Rusli menegaskan bahwa lokomotif pergerakan ekonomi Pohuwato tidak terlepas dari kontribusi rakyat penambang. Aktivitas pertambangan rakyat, kata dia, turut menggerakkan sektor lain seperti pedagang, tukang ojek, hingga pelaku usaha kecil.

“Jika perjuangan penambang dilemahkan, itu sama saja dengan menembak jantung kehidupan ekonomi Pohuwato. Dampaknya bukan hanya pada penambang, tetapi juga pada segmen ekonomi lainnya,” tegasnya.

Dirinya juga turut mempertanyakan pihak-pihak yang membela perusahaan namun dinilainya bukan berasal dari kalangan pemuda lokal dan tidak memahami konteks sosial daerah. Ia mencurigai adanya upaya membangun narasi tandingan yang kontra terhadap perjuangan penambang dalam mencari keadilan di tanah sendiri.

Baca Juga :   Danrem 133/NW Beri Pembekalan tentang Bela Negara Dilandasi Dengan Cinta Tanah Air Di Acara OSMB dan PKBJJ Universitas Terbuka Gorontalo

Sebagai bentuk keterbukaan, Rusli menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi secara terbuka dengan pihak-pihak yang berbeda pandangan. “Kalau memang merasa paham persoalan ini, mari kita diskusi terbuka. Supaya cara berpikir yang keliru bisa kita luruskan bersama,” pungkasnya,(Riyan L).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya
Empat Ekskavator Diduga Terkait Oknum Anggota Polres Parimo Diamankan di Lokasi PETI Popayato Barat
Polisi Gerebek Lokasi Dugaan PETI di Pohuwato, 4 Excavator dan 5 Orang Diamankan
Penggeledahan KPK Merambah Gorontalo, Dua Rumah Disasar dalam Pengembangan Perkara Sirajudin Lasena
Turnamen Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI di Pohuwato Meriah, YR TIM Jadi Sponsor Utama
Dua Excavator Diduga Beroperasi di PETI Gunung Potabo Bawah, Nama Ipa dan Ike Disebut
Kementerian ESDM dan 100 Hektare Gunung Pani: Saat Hak Koperasi Dipertanyakan, Negara Harus Hadir
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Teka-teki Kepemilikan Alat Berat PETI Tomula Terjawab, Iman Tangkudung ‘Ko Ade’ Akui Miliknya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Empat Ekskavator Diduga Terkait Oknum Anggota Polres Parimo Diamankan di Lokasi PETI Popayato Barat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:22 WITA

Polisi Gerebek Lokasi Dugaan PETI di Pohuwato, 4 Excavator dan 5 Orang Diamankan

Selasa, 29 September 2026 - 18:16 WITA

Penggeledahan KPK Merambah Gorontalo, Dua Rumah Disasar dalam Pengembangan Perkara Sirajudin Lasena

Senin, 28 September 2026 - 15:56 WITA

Berita Terbaru

Berita Terkini

Senin, 28 Sep 2026 - 15:56 WITA